Menjawab pertanyaan mbak/mas albab :
maaf,
mau tanyak..
untuk program mencari nilai mata uang gmn ya mas?
pke struktur if else.
misalnya uang yang kita masukin 100.000
outputnya :
1 lembar uang 100 rb dan 0 lembar uang 50 rb.
itu gmn ya mas?
trimakasiih sblmnya.
kira-kira begini penyelesaiannya :
Read more…
Menjawab pertanyaan mas/mbak takirey lagi nih tentang cara membuat program dengan menggunakan array of string. Dengan asumsi program user dapat melakukan input data ke dalam array, kemudian seluruh array akan ditampilkan.
Kira-kira begini penyelesaiannya :
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
| uses wincrt;
var x : array[1..3] of string;
a : integer;
begin
for a := 1 to 3 do begin
write('input ', a, ' : ');
readln(x[a]);
end;
writeln;
write('output : ');
for a := 1 to 3 do
write(x[a],' ');
end. |
Sesuai dengan pertanyaan mas/mbak takirey tentang bagaimana menyimpan bilangan genap ke dalam suatu array sebanyak input user.
Kira-kira begini penyelesaiannya :
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
| uses wincrt;
var genap : array[1..100] of integer;
a, b, jum : integer;
begin
a := 0;
b := 2;
write('Jumlah bilangan genap : ');readln(jum);
while a <> jum do begin
inc(a);
genap[a] := b;
b := b + 2;
end;
writeln;
writeln('Hasil yang disimpan di array : ');
for b := 1 to jum do
writeln('Bilangan genap ke-',b,' : ',genap[b]);
end. |
Percabangan if..else digunakan untuk pengujian sebuah kondisi. Jika kondisi yang diuji tersebut terpenuhi, maka program akan menjalankan pernyataan-pernyataan tertentu. Jika kondisi yang diuji salah, program akan menjalankan pernyataan yang lain.
Contoh : Read more…
Program untuk menentukan bentuk padat, cair, atau gas benda :
uses wincrt;
var a: integer;
ket: string;
begin
write ('suhu : '); readln (a);
if a <= 0 then
ket :='padat'
else
if (a > 0) and (a < 100) then
ket :='cair'
else
if a >=100 then
ket :='gas';
writeln('Air pada suhu tersebut berbentuk',' ',ket);
end.
Gunawan Setya Putra
gunawansp@rocketmail.com
Program Counter Digital Read more…
With..Do adalah perintah untuk memasukkan sekelompok data kedalam sebuah variable. Pada umumnya perintah ini digunakan untuk memasukkan data – data kedalam sebuah file bertipe (type file).
Contoh program:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
| Uses wincrt;
Type
Saya = record
Nama : string [15];
Umur : byte;
Alamat : string [20];
End;
Var DataSaya : saya;
Begin
Clrscr ;
With DataSaya do
Begin
Write ('ketik nama:');readln ( nama );
Write ('ketik umur:');readln (umur );
Write ('ketik alamat:');readln (alamat );
Clrscr;
Writeln ('selanjutnya data yang sudah dapat');
Writeln ('disimpan kedalam sebuah record ');
Writeln;
Writeln ('nama :',nama);
Writeln ('umur :',umur);
Writeln ('alamat :',alamat);
Readln;
End;
End. |
Pada perkuliahan Aljabar Linear, ada sebuah penyelesaian matriks dengan menggunakan GJE. Perhitungannya cukup rumit, butuh ketelitian. Karena seringnya saya ceroboh dalam menghitung. Akhirnya saya putuskan untuk membuat programnya saja. Daripada susah-susah ngitung, mending buat programnya. Jadi tinggal masukin matriksnya aja lalu enter dan muncul hasilnya, kan cara menghitungnya dan jalan rumusnya dah ngerti. Haha!!
Setelah dibuat, ternyata cukup panjang juga. Hanya saja untuk kunci iterasi-nya udah aku tentuin di x11(iterasi ke-1) dan x22(iterasi ke-2). Berikut penggalan programnya :
Bagian untuk input nilai persamaan :
writeln('Sistem Persamaan Linear 2 x 2');
writeln('Perhatian : Program ini mengambil kunci iterasi 1 pada x1 y1');
writeln;
writeln('Untuk persamaan yang pertama : ');
writeln;
write('Masukan Nilai x1 : ');readln(x11);
write('Masukan Nilai x2 : ');readln(x21);
write('Masukan Nilai y1 : ');readln(y11);
writeln;
writeln('Untuk persamaan yang kedua : ');
writeln;
write('Masukan Nilai x1 : ');readln(x12);
write('Masukan Nilai x2 : ');readln(x22);
write('Masukan Nilai y2 : ');readln(y22);
Bagian perhitungan :
{iterasi 1}
key1:=1/x11; y1x2:=(x21/x11)*-1; y1:=(y11/x11)*-1;
y2x1:=x12/x11; y2x2:=x22*((x12-x21)/x11); y2:=y22*((x12-y11)/x11);
{iterasi 2}
x1y1:=key1*((y1x2-y2x1)/y2x2); x2y1:=y1x2/y2x2; i2y1:=y1*((y1x2-y2)/y2x2);
x1y2:=(y2x1/y2x2)*-1; key2:=1/y2x2; i2y2:=(y2/y2x2)*-1;
Penampil Hasil :
writeln;
writeln('Hasil iterasi 1');
writeln('| | y1 | x2 | |');
writeln('| x1 | ',key1:1:2,' | ',y1x2:1:2,' | ',y1:1:2,' |');
writeln('| y2 | ',y2x1:1:2,' | ',y2x2:1:2,' | ',y2:1:2,' |');
writeln;
writeln('Hasil iterasi 2');
writeln('| | y1 | y2 | |');
writeln('| x1 | ',x1y1:1:2,' | ',x2y1:1:2,' | ',i2y1:1:2,' |');
writeln('| x2 | ',x1y2:1:2,' | ',key2:1:2,' | ',i2y2:1:2,' |');
writeln;
writeln;
writeln('HP:{',i2y1:1:2,',',i2y2:1:2,'}');
Program ini masih saya kembangkan, sekarang sudah nyampe di perhitungan untuk ordo 3×3. Tapi untuk penentuan kunci iterasi masih sama seperti pada program diatas. Program GJE untuk ordo 3×3 tidak saya tampilkan karena masih banyak kelemahan pada program tersebut.